-->

Juknis Persesjen No 14 Tahun 2020 Tentang Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020

 Buka Info-Download Berdasarkan Salinan PERATURAN  SEKRETARIS JENDERAL NOMOR 14 TAHUN 2020 TENTANG  PETUNJUK TEKNIS BANTUAN KUOTA DATA INTERNET TAHUN 2020

 


A.   Ketentuan Umum

Dalam Peraturan Sekretaris Jenderal ini yang dimaksud dengan:

1.   Satuan  Pendidikan  adalah  kelompok  layanan  pendidikan  yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal dan nonformal.

2.   Surat   Pernyataan   Tanggung   Jawab   Mutlak   yang   selanjutnya disingkat SPTJM adalah surat pernyataan dari Pemimpin Satuan Pendidikan, yang menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas kebenaran data nomor ponsel yang terinput ke sistem data pokok pendidikan dan sistem pangkalan data pendidikan tinggi.

3.   Data Pokok Pendidikan, yang selanjutnya disingkat Dapodik adalah suatu sistem pendataan yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan  yang  memuat  data  Satuan  Pendidikan,  peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, dan substansi pendidikan yang datanya bersumber dari Satuan Pendidikan yang terus menerus diperbaharui secara online.

4.   Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, yang selanjutnya disebut PDDikti adalah sistem yang menghimpun data pendidikan tinggi dari seluruh perguruan tinggi yang terintegrasi secara nasional.

5.   Operator  seluler  adalah  perusahaan  yang  bergerak  dalam  jasa telekomunikasi seluler.

6.   Operator Satuan Pendidikan adalah petugas yang bertanggungjawab menginput data pendidik dan peserta didik di aplikasi Dapodik dan PDDikti.

7.   NIDN adalah Nomor Induk Dosen Nasional.

8.   NIDK adalah Nomor Induk Dosen Khusus.

9.   NUP adalah Nomor Urut Pendidik.

10.  NPSN adalah Nomor Pokok Sekolah Nasional.

11.  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang selanjutnya disebut Kemendikbud adalah kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan.

B.   Tujuan

Bantuan kuota data internet bertujuan untuk menunjang pelaksanaan belajar dari rumah pada masa pandemi Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19).


BAB II

 

PEMBERI, BENTUK, DAN RINCIAN JUMLAH BANTUAN KUOTA DATA INTERNET

A.   Pemberi Bantuan

Bantuan  diberikan  oleh  Pusat  Data  dan  Teknologi Informasi melalui operator seluler.

B.   Bentuk Bantuan

Bentuk bantuan yang diberikan berupa kuota data internet.

C.   Rincian Jumlah Bantuan

Bantuan kuota data internet dibagi atas:

1.   Kuota Umum, yaitu kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi; dan

2.   Kuota  Belajar,  yaitu  kuota  yang  hanya  dapat  digunakan  untuk mengakses  laman  dan  aplikasi  pembelajaran,  dengan  daftar yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/

Rincian bantuan kuota data internet sebagai berikut:

 

 

 

No

 

 

Uraian

 

 

Volume

Pembagian Volume

 

Durasi

Bantuan

Kuota

Umum

Kuota

Belajar

1

Paket Kuota Data Internet

untuk Peserta Didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

 

 

20 GB/

bulan

 

 

5 GB/

bulan

 

 

15 GB/

bulan

 

 

4 Bulan

2

Paket Kuota Data Internet

untuk Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

 

 

35 GB/

bulan

 

 

5 GB/

bulan

 

 

30 GB/

bulan

 

 

4 Bulan

3

Paket Kuota Data Internet

untuk Pendidik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

 

 

42 GB/

bulan

 

 

5 GB/

bulan

 

 

37 GB/

bulan

 

 

4 Bulan

4

Paket Kuota Data Internet

untuk Mahasiswa dan

Dosen

 

50 GB/

bulan

 

5 GB/

bulan

 

45 GB/

bulan

 

 

4 Bulan


BAB III

 

PERSYARATAN PENERIMA BANTUAN KUOTA DATA INTERNET

 

A.      Penerima Bantuan

Bantuan kuota internet pendidikan diberikan kepada:

1.   peserta didik pada pendidikan anak usia dini (PAUD) dan jenjang pendidikan dasar dan menengah;

2.   pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah;

3.   mahasiswa; dan dosen.

4.   Persyaratan Penerima Bantuan

Penerima    bantuan    kuota    internet    pendidikan    harus    memenuhi persyaratan sebagai berikut.

1.   Peserta  Didik  pada  PAUD  dan  Jenjang  Pendidikan  Dasar  dan Menengah

a.    Terdaftar di aplikasi Dapodik; dan

b.   Memiliki  nomor  ponsel  aktif  atas  nama  peserta  didik/orang tua/anggota keluarga /wali.

2.   Pendidik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

a.    Terdaftar di aplikasi Dapodik dan berstatus aktif; dan

b.   Memiliki nomor ponsel aktif.

3.   Mahasiswa

a.    Terdaftar di aplikasi PDDikti, berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang double degree;

b.   Memiliki Kartu Rencana Studi pada semester berjalan; dan

c.    Memiliki nomor ponsel aktif.

4.   Dosen

a.    Terdaftar di aplikasi PDDikti dan berstatus aktif pada tahun ajaran 2020/2021;

b.   Memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP); dan c.    Memiliki nomor ponsel aktif.

 

BAB IV

 

MEKANISME PENYIAPAN DATA AWAL, VERIFIKASI, DAN VALIDASI DATA NOMOR PONSEL

 

A.     Pendataan Awal dan Verifikasi Nomor Ponsel Peserta Didik dan Pendidik PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

1.   Satuan    Pendidikan/lembaga    penyelenggara    pendidikan    harus mempunyai NPSN dan terdaftar di aplikasi Dapodik.

2.   Operator  Satuan  Pendidikan  memastikan  diri  sudah  terdaftar  di Jaringan  Pengelola      Data      Pendidikan      dan      Kebudayaan (http://sdm.data.kemdikbud.go.id).

3.   Operator Satuan Pendidikan menginput data nomor ponsel pendidik dan peserta didik di aplikasi Dapodik.

 

B.     Pendataan Awal dan Verifikasi Nomor Ponsel Mahasiswa dan Dosen

1.   Perguruan     tinggi     wajib     terdaftar     di     aplikasi     PDDikti

 

(https://pddikti.kemdikbud.go.id).

Pengelola PDDikti perguruan tinggi menginput data nomor ponsel mahasiswa dan dosen ke aplikasi PDDikti.

C.     Verifikasi dan Validasi Nomor Ponsel oleh Operator Seluler

1.   Pusat  Data  dan  Teknologi  Informasi  mengumpulkan  data  nomor ponsel pendidik dan peserta didik dari aplikasi Dapodik dan PDDikti.

2.   Operator  seluler  menarik  data  dari  Pusat  Data  dan  Teknologi Informasi  setiap hari.

3.   Variabel data yang ditarik oleh operator seluler meliputi:

a.    Peserta Didik ID sebagai kode unik peserta didik;

b.   Pendidik ID sebagai kode unik pendidik;

c.    SDM ID sebagai kode unik dosen;

d.   Jenjang Pendidikan;

e.    Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN);

f.     Kode Perguruan Tinggi;

g.    Nama Sekolah;

h.   Nama Perguruan Tinggi;

i.     Provinsi;

j.     Kabupaten

k.   Kecamatan; dan

l.     Nomor Ponsel.

4.   Operator seluler melakukan verifikasi dan validasi nomor ponsel.

5.   Operator seluler mengirimkan kembali ke Pusat Data dan Teknologi Informasi hasil verifikasi dan validasi dengan kelompok sebagai berikut:

a.    nomor ponsel aktif;

b.   nomor ponsel tidak aktif; dan

c.    nomor ponsel tidak ditemukan.

D.     Penerbitan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak

1.   Untuk PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah.

a.    Pusat   Data   dan   Teknologi   Informasi   menyampaikan   hasil verfikasi dan validasi nomor ponsel oleh operator seluler kepada Satuan Pendidikan    melalui    aplikasi    verifikasi    validasi: https://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id.

b.   Pengelola Satuan Pendidikan/kepala sekolah membuat SPTJM

c.    untuk nomor ponsel aktif.

d.   Pengelola   Satuan   Pendidikan/kepala   sekolah   mengunggah

e.    SPTJM tersebut dalam aplikasi verifikasi validasi.

f.     Operator        Dinas        Pendidikan        memonitor        Satuan Pendidikan/sekolah yang belum mengunggah SPTJM pada aplikasi      verifikasi     validasi     dan     menghimbau     Satuan Pendidikan/sekolah tersebut untuk mengunggah SPTJM.

g.    Pusat      Data      dan      Teknologi      Informasi      melakukan pengecekan/pemeriksaan SPTJM Satuan Pendidikan/sekolah.

2.   Untuk Satuan Pendidikan jenjang pendidikan tinggi.

a.    Pusat   Data   dan   Teknologi   Informasi   menyampaikan   hasil verfikasi dan validasi nomor ponsel oleh operator seluler kepada Satuan Pendidikan         melalui         aplikasi        PDDikti: https://pddikti.kemdikbud.go.id.

b.   Pimpinan  perguruan  tinggi  membuat  SPTJM  untuk  nomor ponsel aktif.

c.    Pimpinan perguruan tinggi mengunggah SPTJM tersebut dalam

d.   aplikasi kuota dikti: https://kuotadikti.kemdikbud.go.id.

e.    Lembaga  Layanan  Pendidikan  Tinggi  (LLDIKTI)  memastikan kelengkapan SPTJM Perguruan Tinggi Swasta.

f.     Pengelola PDDikti Pusat pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memastikan kelengkapan SPTJM Perguruan Tinggi Negeri.

 

E.      Pemutakhiran Nomor Ponsel

1.   Untuk PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah.

a.    Operator Satuan Pendidikan melakukan pemutakhiran nomor ponsel yang berubah, tidak aktif, dan tidak ditemukan melalui aplikasi         verifikasi                               validasi: https://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id.

b.   Pengelola Satuan Pendidikan/kepala sekolah membuat SPTJM untuk nomor ponsel yang dimutakhirkan.

c.    Pengelola   Satuan   Pendidikan/kepala   sekolah   mengunggah SPTJM tersebut dalam aplikasi verifikasi validasi.

d.   Operator        Dinas        Pendidikan        memonitor        Satuan Pendidikan/sekolah yang belum mengunggah SPTJM untuk data yang      dimutakhirkan        dan        menghimbau        Satuan Pendidikan/sekolah tersebut untuk mengunggah SPTJM untuk data yang dimutakhirkan.

e.    Pusat      Data      dan      Teknologi      Informasi      melakukan pengecekan/pemeriksaan   SPTJM  Satuan  Pendidikan/sekolah untuk data yang dimutakhirkan.

2.   Untuk Satuan Pendidikan jenjang pendidikan tinggi.

a.    Pengelola PDDikti di perguruan tinggi melakukan pemutakhiran nomor ponsel yang berubah, tidak aktif, dan tidak ditemukan melalui aplikasi PDDikti: https://pddikti.kemdikbud.go.id.

b.   Pimpinan  perguruan  tinggi  membuat  SPTJM  untuk  nomor ponsel yang dimutakhirkan.

c.    Pimpinan perguruan tinggi mengunggah SPTJM tersebut dalam aplikasi kuota dikti: https://kuotadikti.kemdikbud.go.id.

d.   Lembaga  Layanan  Pendidikan  Tinggi  (LLDIKTI)  memastikan kelengkapan SPTJM Perguruan Tinggi Swasta untuk data yang dimutakhirkan.

e.    Pengelola PDDikti Pusat pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memastikan kelengkapan SPTJM Perguruan Tinggi Negeri untuk data yang dimutakhirkan.

3.   Pengunggahan  SPTJM  untuk  pemutakhiran  nomor  ponsel  dapat dilakukan sampai dengan tanggal penyaluran tahap berikutnya.

4.   Nomor        ponsel        yang        dimutakhirkan        dan        sudah dipertanggungjawabkan dalam   SPTJM   akan   mulai   menerima bantuan kuota data internet pada tahap penyalur

 

BAB V

 

MEKANISME PENYALURAN BANTUAN KUOTA DATA INTERNET

 

Mekanisme penyaluran bantuan subsidi kuota data internet sebagai berikut:

1.   Pejabat  Pembuat  Komitmen  (PPK)  pada  Pusat  Data  dan  Teknologi Informasi menetapkan jumlah penerima bantuan kuota data internet sesuai dengan SPTJM.

2.   Pusat  Data  dan  Teknologi  Informasi  mengirimkan  daftar  penerima bantuan kuota data internet kepada operator seluler.

3.   Operator seluler mengirimkan kuota data internet sesuai daftar penerima bantuan kuota data internet dari Pusat Data dan Teknologi Informasi.

4.   Operator seluler melaporkan hasil pengiriman kuota data internet kepada Pejabat      Pembuat  Komitmen  (PPK)  pada  Pusat  Data  dan  Teknologi Informasi.

5.   Penyaluran kuota data internet dilakukan selama 4 (empat) bulan dari September sampai dengan Desember 2020 dengan jadwal sebagai berikut

a.    Bantuan kuota data internet untuk bulan pertama

1)   tahap I pada tanggal 22 sampai 24 September 2020; dan

2)   tahap II pada tanggal 28 sampai 30 September 2020.

b.   Bantuan kuota data internet untuk bulan kedua

1)   tahap I pada tanggal 22 sampai 24 Oktober 2020; dan

2)   tahap II pada tanggal 28 sampai 30 Oktober 2020.

c.    Bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat dikirim bersamaan.

1)   tahap I pada tanggal 22 sampai 24 November 2020; dan

2)   tahap II pada tanggal 28 sampai 30 November 2020.

6.   Bantuan kuota data internet memiliki masa berlaku sebagai berikut:

a.    bantuan kuota data internet untuk bulan pertama dan kedua berlaku selama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik; dan

b.   bantuan  kuota  data  internet  untuk  bulan  ketiga  dan  keempat berlaku selama 75 (tujuh puluh lima) hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

7.   Setiap  penerima  bantuan  hanya  dapat  menerima  bantuan  kuota  data internet untuk 1 (satu) nomor ponsel setiap bulannya

 

BAB VI

 

PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA UNTUK BANTUAN KUOTA DATA INTERNET

Pengadaan bantuan kuota data internet dilaksanakan sesuai dengan:

A.   Peraturan   Presiden   Nomor   16   Tahun   2018   tentang  Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

B.   Peraturan    Kepala    Lembaga    Kebijakan    Pengadaan    Barang/Jasa Pemerintah  Nomor  13  Tahun  2018  tentang  Pengadaan  Barang/Jasa Dalam      Penanganan   Keadaan   Darurat   (berdasarkan   surat   Direktur Advokasi Pemerintah Pusat, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 10174/D.4.1/09/2020 tanggal 16 September 2020); dan

C.   Surat   Edaran   Kepala   Lembaga   Kebijakan   Pengadaan   Barang/Jasa Pemerintah Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penjelasan atas Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dengan mekanisme pengadaan barang/jasa dalam penanganan keadaan darurat kepada operator seluler dan dilaksanakan pada tahun anggaran yang bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Pusat Data dan Teknologi Informasi Tahun Anggaran 2020.

 

BAB VII

 

MONITORING, EVALUASI, DAN PELAPORAN

 

 

Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen (KPA/PPK) Pusat Data dan Teknologi Informasi melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan terhadap tahapan kegiatan pengadaan dalam penanganan darurat melalui operator seluler, meliputi:

a.    proses penunjukan operator seluler;

b.   pelaksanaan pekerjaan;

c.    perhitungan hasil pekerjaan; dan

d.   serah terima hasil pekerjaan.

A.      Monitoring

Monitoring dilakukan oleh KPA/PPK Pusat Data dan Teknologi Informasi terhadap pelaksanaan pengadaan bantuan kuota data internet berdasarkan laporan yang diberikan oleh operator seluler. Monitoring dilakukan terhadap kesesuaian antara kontrak pekerjaan dengan realisasi penyaluran kuota data internet di lapangan oleh operator seluler.

B.       Evaluasi

Evaluasi dilakukan oleh KPA/PPK Pusat Data dan Teknologi Informasi untuk menganalisis kendala yang dihadapi dan menyusun rencana tindak lanjut untuk memitigasi atau memprediksi kejadian/kondisi yang berpotensi menghambat pelaksanaan pekerjaan.

C.       Pelaporan

Setelah   selesainya   pekerjaan,   KPA/PPK   Pusat   Data   dan   Teknologi Informasi menyusun laporan penyelesaian pekerjaan dan diserahkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang isinya meliputi:

a.    spesifikasi paket bantuan kuota data internet;

b.   rencana dan realisasi anggaran

c.    sumber daya yang digunakan;

d.   kendala dan solusi selama pelaksanaan pekerjaan; dan

e.    hal-hal lain yang dianggap perlu.

 

BAB VIII

PENGAWASAN DAN PELAYANAN HUKUM

A.   Pengawasan

Para pihak yang terlibat dalam proses pengadaan bantuan kuota data internet wajib mematuhi etika pengadaan dengan tidak menerima, tidak menawarkan, atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah, imbalan, komisi, rabat, dan apa saja dari atau kepada siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan pengadaan bantuan kuota data internet.

Kegiatan pengawasan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghindari masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan  wewenang  dan  segala  bentuk  penyimpangan  lainnya, yang dapat berakibat pada pemborosan keuangan negara. Pengawasan dilakukan oleh Kemendikbud bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah.

Dalam rangka transparansi dalam pemanfaatan anggaran pengadaan barang/jasa dalam penanganan keadaan darurat, masyarakat dapat melakukan pengawasan untuk memantau pelaksanaan pengadaan bantuan kuota data internet dan apabila terdapat indikasi penyimpangan, masyarakat dapat melaporkannya kepada Unit Layanan Terpadu Kemendikbud.

B.       Pelayanan Hukum

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan pelayanan hukum kepada KPA/PPK Pusat Data dan Teknologi Informasi yang melaksanakan pengadaan barang/jasa dalam penanganan keadaan darurat terkait pelaksanaan tugas dalam pengadaan bantuan kuota data internet. Pelayanan hukum diberikan sejak proses penyelidikan hingga tahap putusan pengadilan dan dapat dibantu oleh Advokat.

 

Unduh Juknis Persesjen No 14 Tahun 2020 Tentang Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020 Download Disini

 

Sekian Informasi Tentang Juknis Persesjen No 14 Tahun 2020 Tentang Bantuan Kuota Data InternetTahun 2020 Semoga dapat bermanfaat

0 Response to "Juknis Persesjen No 14 Tahun 2020 Tentang Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020"

Post a Comment

Di harapkan berkomentarlah sesui dengan topik, dan jangan menanamkan link aktif yang akan di anggap SPAM

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel