-->

Revisi Juknis Tunjangan Khusus Bagi GBPNS pada Madrasah Tahun 2020


Buka Info-Download. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor  1411 Tahun 2020  Dj.I/536/2011 Tentang Perubahan Atas Keputusan Direktur Jenderal  Pendidikan Islam Nomor 7383 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Khusus Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil Pada Madrasah Tahun 2020.



bahwa pemberian tunjangan khusus diberikan kepada guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun guru bukan PNS pada madrasah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerjanya. Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Khusus Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Pada Madrasah Tahun 2020, sehingga seluruhnya berbunyi:

1.   Penetapan Penerima

a.    Kepala Madrasah mengidentifikasi, menghimpun, dan  mengusulkan guru  dalam unit kerjanya yang memenuhi syarat untuk diajukan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sebagai calon penerima Tunjangan Khusus Guru PNS dan Guru Bukan PNS (Format surat usulan dan lampirannya. (lihat Lampiran 2A, 3, 4A, 4B dan 5A, 5B).

b.   Berdasarkan hasil verifikasi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota menyampaikan daftar usulan penerima Bantuan Tunjangan Khusus Guru Madrasah PNS dan Bukan PNS yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Provinsi setempat dengan format surat usulan dan lampirannya. (lihat lampiran 2B, 3, 4A, 4B dan 5C).

c.    Kepala Kantor Wilayah Provinsi akan melakukan verifikasi dan kompilasi atas daftar usulan penerima Tunjangan Khusus Guru Madrasah yang diterima dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota yang memiliki program dimaksud dan menetapkan Surat Keputusan sebagai Penerima Tunjangan Khusus bagi Guru PNS dan Guru Bukan PNS pada Madrasah tahun 2020.

d.   Salinan SK disampaikan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam u.p. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah (sebagai laporan), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota dan satker terkait untuk dijadikan acuan dalam pelaksanaan pemberian Tunjangan Khusus bagi Guru PNS dan Guru Bukan PNS pada Madrasah tahun 2020 di kabupaten/kota masingmasing.

2.   Penyaluran atau pembayaran

a.    Penyaluran atau pembayaran Tunjangan Khusus Guru PNS dan Guru Bukan PNS dilakukan secara priodik: bulanan, 3 (tiga) bulanan, atau 6 (enam) bulanan atau

sesuai kondisi daerah masing-masing.

b.   Setiap guru Madrasah yang menjadi penerima Tunjangan Khusus Guru PNS dan Guru Bukan PNS ini wajib melaksanakan pembelajaran dan/atau bimbingan kepada peserta didik minimal 1 (satu) tahun pelajaran, sesuai jadual di Madrasah yang menjadi tempat tugasnya serta mengisi dan menandatangani Surat Pernyataan Kinerja, dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran 4A, 4B Petunjuk Teknis ini.

3.   Nominal Tunjangan

a.    Besar Tunjangan Khusus Guru Madrasah Bukan PNS adalah Rp. 1.350.000,- (satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah) per-orang per-bulan, dan berlaku untuk 12 (dua belas) bulan (terhitung mulai Bulan Januari 2020), sehingga total penerimaan untuk 1 (satu) tahun adalah Rp 16.200.000,- (enam belas juta dua ratus ribu rupiah).  Besar Tunjangan Khusus Guru Madrasah PNS adalah Rp. 2.300.000,- (dua juta tiga ratus ribu rupiah) per-orang per-bulan, dan berlaku untuk 12 (dua belas) bulan (terhitung mulai Bulan Januari 2020), sehingga total penerimaan untuk 1 (satu) tahun adalah Rp 27.600.000,- (dua puluh tujuh juta enam ratus ribu rupiah).

4.   Penghentian Pemberian Tunjangan

Tunjangan Khusus bagi Guru PNS dan Guru Bukan PNS dihentikan pemberiannya apabila guru yang bersangkutan : a, b, c dst mengacu pada juknis sebelumnya ( Nomor 7383 Tahun 2019 ).

Unduh Revisi Juknis Tunjangan Khusus pada Madrasah Tahun 2020 UnduhDisini

Sekian Informasi Tentang Revisi Juknis Tunjangan Khusus Bagi GBPNS pada Madrasah Tahun 2020 Semoga dapat bermanfaat bagi bapak ibu sekalian.

 

 

 

 

1 Response to "Revisi Juknis Tunjangan Khusus Bagi GBPNS pada Madrasah Tahun 2020"

  1. Alhamdulillah terima kasih ya Allah mudah mudahan cair

    ReplyDelete

Di harapkan berkomentarlah sesui dengan topik, dan jangan menanamkan link aktif yang akan di anggap SPAM

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel